Sakit Membawa Berkah

Kebanyakan orang akan mengeluh pada saat jatuh sakit. Namun sesungguhnya pada saat manusia mengalami sakit, di saat itulah banyak terkandung Hikmah/Hidayah yang sangat berharga. Sudah saatnya kita sebagai manusia sebagai makhluk Ciptaan-NYA, terus tetaplah bersyukur dalam keadaan apapun.

Sakit itu “Penggugur Dosa”
Barang Haram Tercelup di Tubuh diLarutkan di Dunia, anggota badan yg sakit dinyerikan & dicuci-NYA.

Sakit Meningkatkan “Kualitas Ibadah”
Rukuk / Sujud akan lebih Khusyuk, Tasbih / Istighfar lebih sering, Bermunajat / Do’a jadi lebih lama.

Sakit itu Memperbaiki “Akhlak”
KeSombongan terikikis, Sifat Tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan Santun, Lembut & Tawadhu’.

Sakit itu “Mustajab Do’a”
Imam As-Suyuthi keliling kota mencari org sakit lalu minta DiDo’akan oleh yg sakit.

Sakit itu keadaan yg bisa “Menyulitkan Syaitan”
Diajak Maksiat tak mampu / tak mau. Dosa… lalu malah disesali… kemudian DiAmpuni.

Sakit itu membuat “Sedikit Tertawa & Banyak menangis”
Satu sikap Ke-Insyafan yg sangat disukai Nabi & para Makhluk langit.

Sakit itu “Jihad”
Kita ketika sakit tak boleh menyerah kalah, diwajibkan untuk terus Ber-Ikhtiar, Ber-Juang untuk Ke-Sembuhan.

Sakit itu “Istighfar”
Dosa akan mudah teringat jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk Mohon Ampunan.

Sakit itu “Dzikrullah”
Mereka yg keadaan menderitanya akan lebih sering menyebut Asma ALLAH dibanding ketika dalam keadaan Sehatnya.

Sakit itu “Tauhid”
Bukankah saat hebat rasa sakit, kalimat Thoyyibah yg akan terus digetarkan ?

Sakit itu “Muhasabah”
Kita saat sakit akan punya lebih banyak wkt untuk merenungi diri dalam sepi, Menghitung Bekal untuk Kembali pada-NYA.

Sakit itu “Nasihat”
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk selalu jaga diri, dan yang sehat menghibur yang sakit agar  bersabar.
ALLAH cinta dan sayang pada keduanya.

Sakit itu “Silaturrahim”
Saat menjenguk orang sakit, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk/menjenguk dengan penuh senyum dan rindu mesra ?!
Karena itu pula Sakit merupakan perekat Ukhuwah.

Bahkan sakit itu “Ilmu”
Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksakan diri, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri, untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah terkena sakit.

Dan pd akhirnya “SAKIT” akan membawa kita untuk selalu Ingat “KEMATIAN” Masya ALLAH …

Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang pandai ber-SYUKUR, dan mudah-mudahan coretan ini menjadi motivasi bagi saya semua pengunjung AriefRakhman.Web.Id, AAMIIN YA ALLAH…

Terima kasih.

Tinggalkan Balasan